5 Cara Mengolah Sampah Organik Agar Bermanfaat!

sampah organik

Modernis.co, Jakarta – Punya kesadaran buat mengolah sampah organik itu penting di jaman sekarang. Jaman dimana semua serba buang byurr gitu aja.

Sampah organik yang dibuang sembarang justru akan menjadi limbah. Mencemari lingkungan dan bikin suasana tempat tinggal jadi gak nyaman. 

Jenis sampah ini bisa kayak sisa lauk pauk, makanan, sayur, kulit buah, daun, ampas kopi, kotoran hewan, bisa jadi manfaat besar kalau kita tahu cara mengolahnya.

Daripada dibuang sia-sia ke TPA dan bikin gas metana yang bikin panas Bumi (no thanks!), mending kita ubah jadi sesuatu yang super bermanfaat.

Yuk, langsung aja kita bahas 5 cara mengolah sampah organik di rumah yang gampang banget, bahkan buat kamu yang nooob di dunia zero waste

1. Sulap Jadi Komposter Rumahan

Kompos itu ibarat makanan super buat tanaman. Jadi, sisa-sisa makanan atau kulit buahmu yang tadinya mau dibuang, sekarang bisa auto jadi nutrisi buat tanaman.

Pertama, kamu bisa coba metode komposter sederhana. Cukup siapkan wadah seperti ember atau drum, sampah organik dicacah kecil-kecil. Kemudian campur dengan tanah atau bahan cokelat.

Bahan cokelat ini bisa berupa daun kering atau serbuk gergaji. Sehingga sampah cepat terurai. Tutup wadah agar terhindar dari air hujan, akan tetapi jangan lupa sesekali diaduk.

Pastikan wadahnya punya lubang kecil untuk pertukaran udara ya, biar bakterinya bisa kerja dengan santui. Setelah beberapa minggu, Sampahmu udah jadi kompos.

2. Bikin Eco Enzyme

Kalau komposting terdengar agak kotor dan ribet, coba deh beralih ke Eco Enzyme. Cara ini lagi lit banget di kalangan pejuang lingkungan karena literally anti-bau dan anti-serangga!

Kamu cuma perlu tiga bahan utama yakni sisa kulit buah/sayur/makanan, gula merah/molase, dan air, dengan perbandingan 3:1:10. 

Campurkan semua di dalam botol plastik bekas. Namun, jangan kepenuhan ngisinya, sisakan ruang biar gasnya bisa keluar. Abis itu tutup rapat dan biarkan dia berfermentasi.

Setelah kurang lebih tiga bulanan, kamu bakal dapat cairan ajaib beraroma segar! Eco enzyme ini multifungsi parah, bisa jadi pembersih lantai, sabun cuci piring, bahkan pupuk cair buat tanaman. 

3. Adopsi Maggot Biar Sampah Ambyar

Nah, kalau kamu tipe yang suka hasil cepat dan punya banyak sisa makanan (terutama sisa lauk hewani), metode ini cocok banget! 

Maggot atau larva Black Soldier Fly adalah “pasukan pembersih” super cepat. Mereka doyan banget makan sampah organik, bahkan sisa daging dan tulang yang biasanya susah diolah.

Dalam waktu hitungan hari, maggot bisa menghabiskan sampah organik berkali-kali lipat dari berat badan mereka. Jadi, volume sampah di rumahmu bakal auto berkurang drastis. 

Setelah mereka kenyang dan berubah jadi pupa, maggot ini bisa kamu kasih ke ternak, ikan, atau bahkan burung peliharaan sebagai pakan protein tinggi. Win-win solution kan ya?

4. Tanam Sampah Metode Biopori

Buat yang punya halaman tanah, ini adalah cara paling gampang, enggak pake ribet. Biopori itu intinya adalah lubang resapan kecil yang dibuat di tanah. 

Fungsinya bukan cuma buat menampung air hujan biar enggak banjir, tapi juga buat mengolah sampah organik.

Kamu cuma perlu gali lubang kecil di tanah, lalu masukkan sampah organik dari dapur, seperti sisa sayur atau daun. 

Biopori akan mengundang cacing dan mikroorganisme tanah untuk datang dan mengurai sampah itu. Sampah pun akan lenyap dan berubah jadi kompos alami di dalam tanah.

Keuntungan terbesarnya, kamu enggak perlu repot-repot memanen atau memindahkan kompos. Sampah langsung terurai di tempat dan sekalian menyuburkan tanah di sekitarnya. 

5. Ubah Jadi Pakan Ternak

Kadang, kita enggak punya waktu, tempat, atau skill buat mengolah sampah jadi kompos atau eco enzyme. Oke gapapa, ini mah alasan klasik banget ya wkwk.

Tenang aja, tetap ada cara lain yang lebih praktis buat tetap bertanggung jawab sama sampah organik kita. 

Pisahkan sampah organik basah (sisa makanan) yang masih layak untuk pakan ternak. Kamu bisa memberikannya langsung ke tetangga yang punya ayam, bebek, atau ikan. 

Sebagai penutup, kalau memang benar-benar enggak bisa mengolahnya sendiri, coba cari bank sampah atau pengelola kompos deket rumah. 

Penulis sih yakin pasti tetanggamu yang suka ngolah kompos. Biar sekalian nonggo kan ya. Biasanya mereka dengan senang hati menerima sampah organik terpilah untuk diolah. 

Itulah beberapa hal yang paling umum dan gampang banget dilakukan. Mulai dari yang oke, oke banget, sampe oke buanget buat ngolah sampah organik.

Kunci utama adalah memilah dari awal. Dengan memilah, kita sudah jadi hero buat lingkungan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai olah sampah organiknya sekarang! (IF)

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment